DUNIA PERKEMBANGAN PONSEL DUNIA DAN INTERNET,serta tidak ketinggalan cerita sehari-hari.

Selasa, 15 Desember 2009

TEMAN ADALAH HADIAH DARI YANG KUASA

Teman adalah hadiah dari yang
di atas buat kita.
Seperti hadiah, ada yang
bungkusnya bagus dan ada
yang bungkusnya jelek. Yang
bungkusnya bagus punya
wajah rupawan, atau
kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya
wajah biasa saja, atau
kepribadian yang biasa saja,
atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya
bagus dan ada yang isinya
jelek. Yang isinya bagus punya
jiwa yang begitu indah
sehingga kita terpukau ketika
berbagi rasa dengannya, ketika
kita tahan menghabiskan
waktu berjam-jam, saling
bercerita dan menghibur,
menangis bersama, dan
tertawa bersama. Kita
mencintai dia dan dia
mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa
yang terluka. Begitu dalam
luka-lukanya sehingga jiwanya
tidak mampu lagi mencintai,
justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam
hidupnya. Sayangnya yang kita
tangkap darinya seringkali
justru sikap penolakan,
dendam, kebencian, iri hati,
kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-
jiwa semacam ini dan
mencoba menghindar dari
mereka. Kita tidak tahu bahwa
itu semua BUKAN-lah karena
mereka pada dasarnya buruk,
tetapi ketidakmampuan
jiwanya memberikan cinta
karena justru ia membutuhkan
cinta kita, membutuhkan
empati kita, kesabaran dan
keberanian kita untuk
mendengarkan luka-luka
terdalam yang memasung
jiwanya.
Bagaimana bisa kita
mengharapkan seseorang
yang terluka lututnya berlari
bersama kita? Bagaimana bisa
kita mengajak seseorang yang
takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan
terhadap airlah yang mesti
disembuhkan, bukan mencaci
mereka karena mereka tidak
mau berlari atau berenang
bersama kita. Mereka tidak
akan bilang bahwa "lutut"
mereka luka atau mereka
"takut air", mereka akan bilang
bahwa mereka tidak suka
berlari atau mereka akan
bilang berenang itu
membosankan dll. Itulah cara
mereka mempertahankan diri.
Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok
denganku"
"Teman-temanku sudah lulus
semua"
"Aku ini buruk siapa yang
bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"
Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu
denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"
Mereka semua hadiah buat
kita, entah bungkusnya bagus
atau jelek, entah isinya bagus
atau jelek. Dan jangan tertipu
oleh kemasan. Hanya ketika
kita bertemu jiwa dengan jiwa,
kita tahu hadiah
sesungguhnya yang sudah
disiapkanNya buat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar