Sistem peringatan dini tsunami
adalah sebuah sistem yang
dirancang untuk mendeteksi
tsunami kemudian memberikan
peringatan untuk mencegah
jatuhnya korban. Sistem ini
umumnya terdiri dari dua bagian
penting yaitu jaringan sensor
untuk mendeteksi tsunami serta
infrastruktur jaringan komunikasi
untuk memberikan peringatan
dini adanya bahaya tsunami
kepada wilayah yang diancam
bahaya agar proses evakuasi
dapat dilakukan secepat mungkin.
Ada dua jenis sistem peringatan
dini tsunami yaitu sistem
peringatan dini tsunami
internasional dan sistem
peringatan dini tsunami regional.
Gelombang tsunami memiliki
kecepatan antara 500 sampai
1.000 km/j (sekitar 0,14 sampai
0,28 kilometer per detik) di
perairan terbuka, sedangkan
gempa bumi dapat dideteksi
dengan segera karena getaran
gempa yang memiliki kecepatan
sekitar 4 kilometer per detik
(14.400 km/j). Getaran gempa
yang lebih cepat dideteksi
daripada gelombang tsunami
memungkinan dibuatnya
peramalan tsunami sehingga
peringatan dini dapat segera
diumumkan kepada wilayah yang
diancam bahaya. Akan tetapi
sampai sebuah model yang dapat
secara tepat menghitung
kemungkinan tsunami akibat
gempa bumi ditemukan,
peringatan dini yang diberikan
berdasarkan perhitungan
gelombang gempa hanya dapat
dipertimbangkan sebagai sekedar
peringatan biasa saja. Agar lebih
tepat, gelombang tsunami harus
dipantau langsung di perairan
terbuka sejauh mungkin dari garis
pantai, dengan menggunakan
sensor dasar laut secara real time.
Layar televisi di Jepang yang
menampilkan sebuah peringatan
tsunami
Sistem peringatan dini tsunami
pertama kali dibuat di Hawaii
pada 1920-an.
1. Sistem peringatan dini
tsunami internasional
1. 1. Samudra Pasific
! Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Pusat Peringatan Dini
Tsunami Pasifik
Sistem peringatan dini tsunami
untuk samudra Pasifik ditangani
oleh Pusat Peringatan Dini
Tsunami Pasifik (Pacific Tsunami
Warning Center), Amerika Serikat
yang dioperasikan oleh NOAA.
Fasilitas ini berlokasi di Pantai
Ewa, Hawaii dan mulai beroperasi
pada 1949 setelah gempa bumi
dan tsunami yang melanda Pulau
Aleutian yang memakan korban
165 orang di Hawaii dan Alaska.
Koordinasi tingkat internasional
tercapai lewat Kelompok
Koordinasi Internasional untuk
Sistem Peringatan Dini Tsunami di
Pasifik, yang dibangun oleh Komisi
Antarpemerintah untuk
Oseanografi UNESCO.
1. 2. Samudra Hindia
! Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Sistem Peringatan Dini
Tsunami Samudra Hindia
Sebagai respon atas tsunami
samudra Hindia tahun 2004 yang
memakan korban sekitar 200.000
orang, sebuah konferensi PBB
diselenggarakan pada Januari
2005 di Kobe, Jepang dan
memutuskan untuk membangun
sebuah Sistem Peringatan Dini
Tsunami Samudra Hindia.[1]
1. 3. Atlantik Timur Laut,
Laut Mediterania dan
sekitarnya
! Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Sistem Peringatan Dini
Tsunami Atlantik Timur Laut,
Mediterania dan sekitarnya
Pertemuan pertama dari
Kelompok Koordinasi
Antarpemerintah untuk Sistem
Peringatan Dini Tsunami dan
Mitigasi untuk Atlantik Timur Laut,
Laut Mediterania dan sekitarnya
diadakan oleh Komisi
Antarpemerintah untuk
Oseanografi UNESCO pada
pertemuannya yang ke-23 pada
Juni 2005 di Roma pada 21-22
November 2005. Pertemuan ini
menghasilkan resolusi XXIII.14.
Pertemuan yang diselenggarakan
oleh pemerintah Italia
(Kementerian Luar Negeri dan
Kementerian Lingkungan dan
Perlindungan Wilayah Italia)
dihadiri oleh sekitar 150
partisipan dari 24 negara, 13
organisasi dan sejumlah
pengamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar