Musim panas
membuat tubuh
menjadi cepat panas
dan gampang lelah,
dehidrasi atau bahkan
berkembang menjadi
sakit kepala,
berkeringat
berlebihan, lemas
hingga kram otot.
Bagaimana membuat
tubuh tetap dingin
meski musim panas?
Dehidrasi adalah hal yang paling sering terjadi pada saat musim
panas. Keringat yang berlebihan akan memperparah keadaan ini.
Warna urine yang jingga atau agak gelap menandakan tubuh
mengalami dehidrasi dan ginjal bekerja lembur untuk menghemat
cairan.
Dilansir dari Telegraph, Rabu (7/7/2010), berikut beberapa cara
membuat tubuh tetap merasa dingin dan terhidrasi meski pada
musim panas:
1. Perbanyak air putih dan kurangi minum soda
Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, sehingga cairan
pengganti terbaik saat panas adalah air. Bila mengalami dehidrasi
parah, tambahkan sedikit glukosa (gula) dan garam dalam air
(dioralyte). Ini akan mempercepat menyerapan air oleh tubuh.
Minum soda dalam jumlah besar menyebabkan air bergerak dari
aliran darah dan menuju ke dalam usus untuk sementara, yang
pada efeknya membuat tubuh lebih dehidrasi. Sedangkan
minuman isotonik tetap harus diimbangi dengan air putih, karena
cairan ini tidak memadai untuk membuat tubuh terhidrasi,
terutama saat panas.
2. Membasahi tangan dengan air dingin
Membasahi tangan dengan air dingin dapat membantu menarik
panas dari tubuh karena tangan memiliki permukaan yang luas
dan aliran darah tinggi. Ini juga berlaku untuk telapak kaki. Dan
biarkan tubuh Anda kering secara alami setelah mandi.
3. Makan makanan pedas, dingin atau yang mengandung
banyak air
Makan makanan pedas seperti cabai, bawang putih dan jahe dapat
membuat tubuh berkeringat. Hal ini akan meningkatkan suhu
tubuh pada awalnya, tetapi Anda akan merasa lebih dingin
kemudian, karena makanan pedas melancarkan aliran darah ke
kulit.
Makanan yang mengandung mentol juga cukup membantu.
Mengunyah permen karet mint yang memiliki efek pendinginan
dan kemudian minum segelas air, akan membuat Anda merasa
lebih dingin. Hal ini karena mentol memicu reseptor sarat sensitif
dingin di mulut. Tapi ini sebenarnya tidak menyebabkan
penurunan suhu tubuh, melainkan hanya sensasi.
Selain itu, pilih makanan yang mengandung banyak air, seperti
selada, lobak, tomat, ketimun, anggur, berry atau buah-buah
tertentu untuk mencegah dehidrasi.
4. Perhatikan dekorasi rumah
Karpet dapat menahan panas lebih banyak ketimbang ubin,
sedangkan beberapa jenis ubin tetap dingin meski musim panas.
Ganti karpet dengan ubin porselen, linoleum atau jika Anda
mampu dengan marmer. Serta pilih jenis kain alami seperti katun,
linen atau sutra untuk seprei kamar tidur Anda.
5. Tanami rumah dengan banyak tumbuhan
Tanaman membersihkan dan memurnikan atmosfer. Taman
rumah yang ditumbuhi banyak pohon akan membuat Anda tetap
dingin meski musim panas.
6. Hindari makanan berat dan alkohol pada malam hari
Makan makanan berat saat malam atau sebelum tidur dapat
menghabiskan energi untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari
makanan tersebut (yang dikenal dengan thermogenesis). Hal ini
cenderung meningkatkan suhu tubuh, yang dapat membuat Anda
merasa lebih panas.
Cukup minum air sebelum tidur untuk memastikan tubuh tidak
dehidrasi saat tidur. Juga hindari alkohol sebelum tidur karena
dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga membuat tubuh lebih
sulit untuk mengatur suhunya.
Disini anda bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai dunia telekomunikasi,komputer,jaringan,INTERNET,serta tidak ketinggalan cerita-cerita yang paling seru dan tentunya enak dibaca.thank's
Sabtu, 14 Agustus 2010
Sabtu, 07 Agustus 2010
gonjang ganjing.
indonesia sekarang ini sedang kacau balau,entah apa sebenarnya yang terjadi.dari mulai gas yang setiap hari meledak,sampai ribut masalah rumah inspirasi.
Bahan pangan pun melonjak naik.harga beras pun sangat ugal-ugalan,kenapa bisa seperti ini,bukan kah indonesia ini terkenal dengan negara agraris,berbeda dengan tetangga kita,yaitu Malaysia,harga pangan disana lebih murah.
Kata nya sekolah gratis?tapi masih saja ada biaya ini itu apalah.dari mulai biaya pakain sampai biaya buku pelajaran.
Ada satu lagi permasalahan yang masih saja mengganjal,bayang masa Ibu kota macet.jalur lalu lintas semrawut.jadi apa yang seharusnya kita lakukan,agar negara ini menjadi lebih baik?
Bahan pangan pun melonjak naik.harga beras pun sangat ugal-ugalan,kenapa bisa seperti ini,bukan kah indonesia ini terkenal dengan negara agraris,berbeda dengan tetangga kita,yaitu Malaysia,harga pangan disana lebih murah.
Kata nya sekolah gratis?tapi masih saja ada biaya ini itu apalah.dari mulai biaya pakain sampai biaya buku pelajaran.
Ada satu lagi permasalahan yang masih saja mengganjal,bayang masa Ibu kota macet.jalur lalu lintas semrawut.jadi apa yang seharusnya kita lakukan,agar negara ini menjadi lebih baik?
Jumat, 06 Agustus 2010
fakta -fakta tentang rokok dan perokok
1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat
utama penyebab kematian yang dapat dicegah di
dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10
kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan
mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini
berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik.
Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali
jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi
rokok saat ini terus berlanjut. [1]
2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok
sedunia hidup di negara-negara berkembang atau
transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The
Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta
batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh
dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta
perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi
rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia,
Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut,
jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah
9.000 triliun rokok pada tahun 2025.
3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga
terbanyak jumlah perokok yang mencapai
146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia
belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk
melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan
yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu
Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada
tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun
meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi
2,8 persen (2004).
4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada
pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi
24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995.
Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan
Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun
1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah
merokok dan 19 persen di antaranya mencoba
sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai
merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata
psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo
Lubis.
5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia
berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari –upah
minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu
per hari.
6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya
berasal dari kalangan keluarga miskin.
7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok
dan untuk orang kaya hanya sembilan persen.
8. Mengutip dana Survei Ekonomi dan Kesehatan
Nasional (Susenas), konsumsi rumah tangga miskin
untuk tembakau di Indonesia menduduki ranking
kedua (12,43 persen) setelah konsumsi beras (19.30
persen). “Ini aneh tatkala masyarakat kian prihatin
karena harga bahan pokok naik, justru konsumen
rokok kian banyak, ”
9. Orang miskin di Indonesia mengalokasikan
uangnya untuk rokok pada urutan kedua setelah
membeli beras. Mengeluarkan uangnya untuk rokok
enam kali lebih penting dari pendidikan dan
kesehatan.
10. Pemilik perusahaan rokok PT Djarum, R. Budi
Hartono, termasuk dalam 10 orang terkaya se-Asia
Tenggara versi Majalah Forbes. Ia menempati posisi
kesepuluh dengan total harta US$ 2,3 miliar, dalam
daftar yang dikeluarkan Kamis (8/9/2005).
11. Sekitar 50% penderita kanker paru tidak
mengetahui bahwa asap rokok merupakan
penyebab penyakitnya.
12. Dari 12% anak-anak SD yang sudah diteliti pernah
merasakan merokok dengan coba-coba. Kurang
lebih setengahnya meneruskan kebiasaan merokok
ini.
13. Besaran cukai rokok di Indonesia dinilai masih
terlalu rendah. Saat ini, besarnya cukai rokok 37
persen dari harga rokok. Bandingkan dengan India
(72 persen), Thailand (63 persen), Jepang (61
persen).
14. Sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal
setiap hari karena tembakau.
15. 100 persen pecandu narkoba merupakan
perokok.
16. Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat
1: Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja
dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat
proses belajar mengajar, arena kegiatan anak,
tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan
sebagai kawasan dilarang merokok. —
Pelanggarnya diancam dengan sanksi pidana berupa
denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan
kurungan. Kenyataannya, Perda ini seperti dianggap
tidak ada oleh perokok, dan pemerintah pun tidak
tegas dalam menjalankannya.
Hmm, seandainya pemerintah dapat tegas
menjalankan Perda di atas, mungkin hutang
pemerintah akan langsung lunas dibayar para
perokok… Selain itu tentunya akan mengurangi
pencemaran udara, membuat masyarakat lebih
sehat, mengurangi angka kemiskinan, dan
mengurangi angka kriminalitas.
Di antara 16 fakta di atas, fakta mana yang paling
mengejutkan untuk Anda? Kalau untuk saya, fakta
nomor 5 yang paling mengejutkan. Saya jadi ingat
kata-kata: tidak ada perokok yang terlalu miskin
untuk membeli rokok. Tampaknya kata-kata itu ada
benarnya. Mereka lebih memilih rokok dibandingkan
kebutuhan pokok mereka lainnya.
utama penyebab kematian yang dapat dicegah di
dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10
kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan
mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini
berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik.
Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali
jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi
rokok saat ini terus berlanjut. [1]
2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok
sedunia hidup di negara-negara berkembang atau
transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The
Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta
batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh
dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta
perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi
rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia,
Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut,
jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah
9.000 triliun rokok pada tahun 2025.
3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga
terbanyak jumlah perokok yang mencapai
146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia
belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk
melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan
yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu
Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada
tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun
meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi
2,8 persen (2004).
4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada
pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi
24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995.
Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan
Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun
1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah
merokok dan 19 persen di antaranya mencoba
sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai
merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata
psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo
Lubis.
5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia
berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari –upah
minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu
per hari.
6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya
berasal dari kalangan keluarga miskin.
7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok
dan untuk orang kaya hanya sembilan persen.
8. Mengutip dana Survei Ekonomi dan Kesehatan
Nasional (Susenas), konsumsi rumah tangga miskin
untuk tembakau di Indonesia menduduki ranking
kedua (12,43 persen) setelah konsumsi beras (19.30
persen). “Ini aneh tatkala masyarakat kian prihatin
karena harga bahan pokok naik, justru konsumen
rokok kian banyak, ”
9. Orang miskin di Indonesia mengalokasikan
uangnya untuk rokok pada urutan kedua setelah
membeli beras. Mengeluarkan uangnya untuk rokok
enam kali lebih penting dari pendidikan dan
kesehatan.
10. Pemilik perusahaan rokok PT Djarum, R. Budi
Hartono, termasuk dalam 10 orang terkaya se-Asia
Tenggara versi Majalah Forbes. Ia menempati posisi
kesepuluh dengan total harta US$ 2,3 miliar, dalam
daftar yang dikeluarkan Kamis (8/9/2005).
11. Sekitar 50% penderita kanker paru tidak
mengetahui bahwa asap rokok merupakan
penyebab penyakitnya.
12. Dari 12% anak-anak SD yang sudah diteliti pernah
merasakan merokok dengan coba-coba. Kurang
lebih setengahnya meneruskan kebiasaan merokok
ini.
13. Besaran cukai rokok di Indonesia dinilai masih
terlalu rendah. Saat ini, besarnya cukai rokok 37
persen dari harga rokok. Bandingkan dengan India
(72 persen), Thailand (63 persen), Jepang (61
persen).
14. Sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal
setiap hari karena tembakau.
15. 100 persen pecandu narkoba merupakan
perokok.
16. Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat
1: Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja
dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat
proses belajar mengajar, arena kegiatan anak,
tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan
sebagai kawasan dilarang merokok. —
Pelanggarnya diancam dengan sanksi pidana berupa
denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan
kurungan. Kenyataannya, Perda ini seperti dianggap
tidak ada oleh perokok, dan pemerintah pun tidak
tegas dalam menjalankannya.
Hmm, seandainya pemerintah dapat tegas
menjalankan Perda di atas, mungkin hutang
pemerintah akan langsung lunas dibayar para
perokok… Selain itu tentunya akan mengurangi
pencemaran udara, membuat masyarakat lebih
sehat, mengurangi angka kemiskinan, dan
mengurangi angka kriminalitas.
Di antara 16 fakta di atas, fakta mana yang paling
mengejutkan untuk Anda? Kalau untuk saya, fakta
nomor 5 yang paling mengejutkan. Saya jadi ingat
kata-kata: tidak ada perokok yang terlalu miskin
untuk membeli rokok. Tampaknya kata-kata itu ada
benarnya. Mereka lebih memilih rokok dibandingkan
kebutuhan pokok mereka lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)